Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Minggu, 28 September 2025 - 12:15 WIB

Tangkap Pelaku Penganiaya, Ambarita Tegas Ketua FPII Jabar Kepada APH

Tangkap Pelaku Penganiaya

Tangkap Pelaku Penganiaya

TARGETNEWS.ID BEKASI ¦ Jurnalis Diori Parulian Ambarita (Ambar) mengalami persekusi berupa pengeroyokan oleh sekelompok oknum diduga sindikat distribusi makanan kadaluwarsa di wilayah Dusun 1, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (26/9/2025) sore kemarin.

“Saat itu saya sedang investigasi terkait dugaan peredaran makanan kadaluwarsa di wilayah Mangunjaya, Tambun Selatan. Saat sedang mengambil foto dan video di lokasi, tiba-tiba sekitar 10 orang mendatangi saya, memukul membabi buta, merampas HP dan menghapus dokumentasi, menginjak-injak tubuh saya, bahkan saya disekap selama kurang lebih 1 ½ jam, disuruh mengaku sebagai preman. Padahal sudah saya sampaikan jika saya wartawan,” cerita Ambar.

Akibat persekusi yang diduga dilakukan sindikat distribusi makanan kadaluwarsa ini, mata kiri Ambar mengalami pecah retina, selain itu bagian wajah dan dada pun mengalami luka yang cukup serius.

Baca juga  Laksanakan KRYD Polsek Maliku Meminimalisir Potensi Gangguan Kamtibmas

“Saya akan melaporkan kejadian persekusi ini ke Polda Metrojaya,” kata Ambar.

FPII Jabar Serukan Tangkap Pelaku Persekusi Jurnalis Ambarita

Sementara itu, Ketua FPII Setwil Jawa Barat, Ir. Jaya Taruna, mengecam keras kejadian yang dialami jurnalis di Tambun Selatan ini. Menurutnya, insiden persekusi ini mencerminkan bentuk intimidasi sistematis terhadap profesi jurnalis, yang tidak saja berdampak pada individu seorang Ambarita, tetapi juga terhadap seluruh ekosistem kerja jurnalistik di Indonesia.

“Insiden mengerikan ini memperkuat kekhawatiran akan ancaman nyata terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya. Kejadian ini harus dilihat sebagai serangan terhadap kemerdekaan pers secara menyeluruh.” ujar Jaya Taruna, Sabtu (27/9).

Baca juga  Wakapolres Batu, Turut Dibarisan Acara Vespa Reading Malang Raya Ke Bendungan Selorejo

Jaya menilai, salah satu penyebab masih tingginya angka kekerasaan terhadap jurnalis di Indonesia, adalah karena lemahnya penegakan hukum terhadap perkara ini. Selain juga karena jarang sekali, baik penyidik di kepolisian maupun kejaksaan menerapkan UU Pers untuk menuntut pelaku sekaligus melindungi hak-hak jurnalis (korban).

“Dalam kasus kekerasan yang dialami jurnalis Ambarita saat meliput lokasi peredaran makanan kadaluwarsa di Tambun Selatan ini, FPII Jabar dengan tegas meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap seluruh pelaku. Kasus ini harus ditangani secara serius, transparan, dan menyeluruh,” tegasnya.

Sumber : FPII Setwil Jabar

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Petugas Patroli Sat Samapta laksanakan patroli secara stasioner di pemukiman penduduk

BERITA UTAMA

Cegah Kecelakaan Air, Satpolairud Polres Pulang Pisau Berikan Imbauan Keselamatan di Feri Penyeberangan

Artikel

Personel Polsek Kahayan Kuala menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas dan mendukung Program pemerintah terkait ketahanan pangan

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Hadiri Akhirussanah Dan Pentas Seni TK Melati PGRI

BERITA UTAMA

Jaga Kamseltibcar Lalu Lintas, Satlantas Polresta Palangka Raya Kawal Rolling City Komunitas Motor

BERITA UTAMA

Atlet Balap Sepeda Kota Tegal Raih Emas

Artikel

Anti Bandit Polsek Simokerto Berhasil Amankan 4 Orang Pelaku Judi Online

BERITA UTAMA

Tambang Pasir Diduga Ilegal (Galian C) di Dusun Remuk, Desa Ketapang, Banyuwangi Tetap Lancar Beroprasi