Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KRIMINAL / PERISTIWA / Tag

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:46 WIB

Nasib Wulan Safitri, KTP Diduga di Salahgunakan Oleh Mantan Suaminya Khoirul Amri

Sidoarjo – Nasib nahas dialami Wulan Safitri, warga Dusun Ngampel, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Data pribadi miliknya diduga disalahgunakan oleh mantan suaminya, Khoirul Amri, bersama sejumlah pihak untuk mengajukan pinjaman ke beberapa lembaga keuangan di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Menurut keterangan keluarga korban, dugaan penyalahgunaan data tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Wulan Safitri. Modus yang digunakan diduga dengan memalsukan KTP, Kartu Keluarga (KK), serta tanda tangan korban.

“Modusnya sama, KTP, KK, dan tanda tangan dipalsukan. Ini bukan sekali terjadi,” ujar Yusman, perwakilan keluarga korban, kepada wartawan.

Keluarga menyebut, sebelumnya Khoirul Amri juga diduga pernah melakukan penipuan pada salah satu bank pembiayaan besar di Sidoarjo dengan menggunakan identitas mantan istrinya. Kali ini, dugaan serupa kembali muncul dengan menyasar PNM Mekaar unit Mekaar 1 di kawasan Kemandung Indah, Sidoarjo.

Baca juga  Bareskrim Polri Pulangkan 9 Pekerja Migran Korban TPPO dari Kamboja

Saat pihak keluarga mencoba mendatangi kantor PNM Mekaar 1 untuk meminta klarifikasi dan menemui penanggung jawab, mereka mengaku belum berhasil bertemu pihak berwenang. Keluarga hanya diterima oleh staf administrasi.

“Penanggung jawabnya bu Adel belum bisa ditemui. Kami hanya diterima admin bernama Sabrina,” kata Yusman.

Atas kejadian tersebut Wulan Safitri mengaku dirugikan secara moral dan hukum. Ia menegaskan tidak pernah mengajukan pinjaman maupun menerima dana dari lembaga keuangan dimaksud.

“Data diri saya disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang bukan saya terima,” tegas Wulan Safitri.

Baca juga  Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Danpuslatsus bersama Peserta Suspaja Korps Marinir Tebar 5000 Benih Ikan Nila

Diketahui, Wulan Safitri dan Khoirul Amri telah resmi bercerai pada 3 Maret 2025. Saat ini, Wulan menyatakan tengah mempersiapkan laporan resmi ke pihak kepolisian agar kasus dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan identitas tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dugaan perbuatan yang dilakukan pelaku berpotensi melanggar Pasal 263 dan 378 KUHP tentang pemalsuan surat dan penipuan, serta dapat dikaitkan dengan UU Perbankan dan UU Administrasi Kependudukan, apabila terbukti adanya penggunaan dokumen palsu dan kelalaian verifikasi dalam proses pengajuan pinjaman.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun manajemen PNM Mekaar terkait dugaan tersebut.

Samsul

Share :

Baca Juga

Artikel

LEPAS SAMBUT KEPEMIMPINAN DI KOREM 071 WIJAYAKUSUMA

Artikel

Wadan Pasmar 2 Laksanakan Olahraga Bersama Prajurit

BERITA UTAMA

Melaksanakan kegiatan Apel pagi & Penyampaian arahan dari Pimpinan kepada Anggota terkait tugas di lapangan

BERITA UTAMA

TNI ADA UNTUK RAKYAT”, PRAJURIT MENBANPUR 3 MAR IKUT MEMPELOPORI KERJA BAKTI BERSAMA

BERITA UTAMA

Jelang Operasi Ketupat Candi 2023 , Wakapolres Tegal Kota Cek Kesiapan Pos Pengamanan

Artikel

Kontingen AAL berhasil menjadi Juara Umum 2 di Gelaran Porwiltim 2024.

Artikel

Pangdam IV/Diponegoro Melaksanakan Kunjungan Kerja di Wilayah Kodim 0728/Wonogiri

BERITA UTAMA

Samapta Polresta Palangka Raya Patroli Sambang ke Pasar Kahayan