Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Rabu, 15 April 2026 - 15:52 WIB

MAKI Jatim Kawal Kasus Bullying dan Pengeroyokan Siswa di Jember, Desak Proses Hukum Tanpa Mediasi

Jember – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menyatakan akan mengawal serius kasus dugaan bullying dan pengeroyokan terhadap seorang pelajar berinisial F (15), siswa salah satu SMA swasta di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Ketua MAKI Jatim, Heru, menegaskan pihaknya mendorong keluarga korban agar tetap menempuh jalur hukum dan tidak menyelesaikan perkara melalui mediasi ataupun kompensasi.

“Kami tetap dorong proses hukum terhadap para pelaku. Tidak ada mediasi ataupun ganti rugi. Tim penasihat hukum juga sudah kami siapkan untuk mendampingi keluarga korban,” tegas Heru.

Menurutnya, kasus yang menimpa korban tidak bisa dianggap persoalan biasa karena diduga melibatkan sekitar sembilan orang pelaku dan mengandung unsur kekerasan fisik maupun perundungan berat.

Heru juga mengecam adanya dugaan intimidasi terhadap keluarga korban yang disebut sengaja menakut-nakuti agar perkara tidak berlanjut.

“Jika benar ada tekanan kepada keluarga korban, itu sangat kami sesalkan. Korban seharusnya mendapat perlindungan, bukan justru ditekan,” ujarnya.

MAKI Jatim berencana segera menemui keluarga korban serta berkoordinasi dengan Kapolsek Jombang Jember guna menanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut. Selain itu, MAKI juga akan meminta asistensi dari Polda Jatim, khususnya Propam, agar proses hukum berjalan profesional dan transparan.

Baca juga  PJI Nganjuk Perkuat Silaturahmi, Tegaskan Peran Pers

“Kami ingin memastikan penanganan perkara ini tidak melenceng. Ini adalah aksi bullying nyata yang masih terjadi secara masif dan harus dihentikan,” lanjut Heru.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di area persawahan Bulakan Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang, Jember.

Ayah korban, Paiman, mengatakan anaknya dijemput sekelompok pemuda menggunakan sepeda motor lalu dibawa ke lokasi sepi.
Sesampainya di lokasi, korban diduga dipukul, ditendang, hingga kepalanya diinjak oleh para pelaku.

“Dikeroyok sekitar sembilan anak. Satu di antaranya teman SMP dulu, delapan lainnya tidak dikenal,” kata Paiman.

Tak hanya kekerasan fisik, korban juga diduga mengalami penghinaan berat. Dalam kondisi tertekan, korban dipaksa melepaskan pakaian hingga tinggal celana dalam dan disuruh berendam di parit. Aksi itu disebut direkam dan videonya beredar di media sosial, termasuk grup sekolah korban.

Baca juga  Polresta Banyuwangi Kerahkan Ratusan Personel Pelantikan DPRD Terpilih Berlangsung Kondusif

“Video saat anak saya ditelanjangi sudah beredar di grup sekolah. Setelah kejadian dia pulang jalan kaki sekitar tiga kilometer,” tambahnya.

Keluarga korban menyebut sejak awal ada dorongan dari pihak keluarga terduga pelaku agar perkara diselesaikan secara kekeluargaan.
Ibu korban, Samiati, mengaku sempat diminta mencabut laporan dan dijanjikan kompensasi, namun hingga kini belum terealisasi.

Ia juga mengaku sempat mendapat tekanan agar tidak meneruskan kasus tersebut ke jalur hukum.
“Ada yang menakut-nakuti, kalau lanjut nanti ada biaya,” ungkap Samiati.

Polisi Belum Beri Keterangan Resmi
Saat awak media mendatangi Mapolsek Jombang pada Selasa, 13 April 2026, Kanit Reskrim disebut belum memberikan penjelasan rinci dan meminta konfirmasi dilakukan langsung kepada Kapolsek. Namun saat itu Kapolsek tidak berada di tempat.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait maraknya bullying yang berujung kekerasan fisik terhadap anak di bawah umur. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan perkara dan memberi keadilan bagi korban.

ANIL

Share :

Baca Juga

Artikel

Kapolsek Rendang Melaksanakan Penyerahan Bingkisan Dari Kapolda Bali

BERITA UTAMA

Danrem 121/Abw Tinjau RTLH Hasil Program TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas

Artikel

Polres Landak Siap Kawal Pendistribusian Logisitik Pemilu

BERITA UTAMA

Tingkatkan Keamanan Objek Vital, Polsek Kahayan Hilir Sambangi Kantor PLN

BERITA UTAMA

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bantarkawung Edukasi Kenakalan Remaja

BERITA UTAMA

Batituud Koramil 15/Klirong Sosialisasikan Bahaya Bullying Kepada Siswa-Siswi SDN

BERITA UTAMA

6 POIN TNI TEGAS BANTAH VIDEO HOAX PANGLIMA DEKLARASI DUKUNG ANIES

Artikel

Apriyanto: Teruslah Berinovasi, Jangan Terhenti