Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Minggu, 26 April 2026 - 22:17 WIB

Nyawa Melayang, Warga Bersatu: Tekanan Menguat, IMASCO Didesak Bertanggung Jawab

JEMBER — Tekanan terhadap aktivitas perusahaan IMASCO memasuki fase krusial. Gelombang protes warga yang semula sporadis kini menjelma menjadi kekuatan terorganisir, setelah ratusan masyarakat yang tergabung dalam gerakan Jember Selatan Bersatu menggelar konsolidasi akbar bertajuk “Memahami Bersama, Mencari Solusi” di Jalan Sadengan, Puger, Minggu (26/04/2026).

Forum ini tak sekadar diskusi biasa, melainkan titik temu berbagai keresahan warga yang merasa terdampak langsung oleh operasional perusahaan. Suasana berlangsung dinamis, penuh emosi, sekaligus menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyuarakan pengalaman nyata di lapangan.

Sejumlah tokoh hadir dan kini menjadi sorotan publik, di antaranya Ketua MAKI Jawa Timur Heru Satriyo dan Ketua LSM Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto.

Dalam forum tersebut, warga secara lugas memaparkan kondisi yang mereka alami, terutama terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang diduga berkaitan dengan mobilitas kendaraan berat perusahaan. Dalam radius sekitar dua kilometer dari kawasan operasional, insiden kecelakaan disebut terjadi berulang kali, bahkan hingga merenggut korban jiwa.

Puncak kemarahan warga terjadi setelah insiden terbaru yang menewaskan seorang warga, diduga akibat terlindas truk kontainer yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Kekecewaan kian dalam ketika perusahaan dinilai gagal memenuhi komitmen terhadap keselamatan lingkungan.

“Janji hanya tinggal janji. Fakta di lapangan, kecelakaan terus terjadi. Hari ini saja ada korban meninggal dunia. Kami hanya ingin keadilan dan keselamatan,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada tegas.

Baca juga  Disdik Sampang Janji, Gedung Sekolah SDN 1 Pangongsean Sampang di Perbaiki

Tak hanya soal kecelakaan, besaran santunan Rp10 juta kepada korban jiwa juga menuai kritik keras. Warga menilai angka tersebut tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.

“Nyawa manusia tidak bisa dihargai dengan angka seperti itu. Ini sangat tidak manusiawi,” tegas warga lainnya.

Menanggapi hal itu, Heru Satriyo menilai ada indikasi serius yang tak bisa diabaikan. Ia menegaskan komitmen MAKI Jatim untuk mengawal kasus ini secara menyeluruh, termasuk mendorong audit terhadap operasional perusahaan.

“Ini bukan sekadar soal santunan. Ini menyangkut nyawa manusia. Ada tanggung jawab hukum dan moral. Kami melihat indikasi kelalaian serius dan akan mendorong audit menyeluruh terhadap IMASCO,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang langkah hukum jika ditemukan pelanggaran dalam proses investigasi.

“Jika ada bukti penyimpangan, jalur hukum akan kami tempuh. Perusahaan tidak boleh lepas tangan dari dampak sosial yang ditimbulkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dwi Agus Budianto tampil membakar semangat massa. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa persatuan warga adalah kunci utama perjuangan.

“Merdeka! Kita harus bersatu. Tidak ada lagi perbedaan kelompok. Kita semua adalah masyarakat yang menuntut keadilan!” serunya, disambut tepuk tangan warga.

Baca juga  Personel Polsek Kahayan Kuala sambangi warga dan Memberikan himbauan Tentang Larangan Membakar hutan dan lahan

Ia menambahkan bahwa gerakan ini merupakan akumulasi dari persoalan panjang yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Kalau ingin perubahan, kita harus bergerak bersama. Sejarah membuktikan, kekuatan terbesar ada pada persatuan,” tegasnya.

Di tengah meningkatnya tekanan publik, muncul pula isu baru terkait status lahan operasional perusahaan yang disebut merupakan milik PT PN1 Regional 4. Sejumlah kepala desa bahkan telah melayangkan laporan ke Polda Jawa Timur dengan tenggat waktu tiga hari, menandakan eskalasi konflik ke ranah hukum yang lebih luas.

Di sisi lain, klaim pihak Humas IMASCO mengenai dominasi tenaga kerja lokal—322 dari 440 karyawan—justru memicu tanda tanya. Minimnya transparansi data memperkuat kecurigaan adanya potensi penyimpangan.

Konsolidasi ini menjadi penanda bahwa gerakan warga Jember Selatan telah bertransformasi menjadi kekuatan kolektif yang solid. Dengan dukungan MAKI Jatim dan Laskar Jahanam, tekanan terhadap IMASCO kini tak lagi sekadar tuntutan lokal, melainkan isu serius yang menuntut perhatian hukum dan moral.

Publik kini menanti langkah konkret: apakah IMASCO akan menjawab dengan transparansi dan tanggung jawab, atau justru menghadapi gelombang perlawanan yang kian membesar dan sulit dibendung.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

MTQH ke-XIII Tingkat Kabupaten Dijaga Ketat, Polres Pulpis Pastikan Keamanan dan Kekhidmatan Acara

Artikel

Dankodiklatal Sambut Kunjungan Sekjen Kemhan RI di Kodiklatal

BERITA UTAMA

Momentum Hari Bela Negara, Polres Pulang Pisau Komitmen Tingkatkan Pelayanan Prima

Artikel

Lewat Sambang Personil Sat Binmas Polres Pulang pisau Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Artikel

Tingkatkan Patroli Sambang SPBU Sat Binmas Polres Sampaikan Pesan kamtibmas

Artikel

Lancarkan Arus Kendaraan Bermotor, Unit Lantas Polres Sampang Lalin Depan Alun-alun Trunojoyo

Artikel

Perputaran Roda Jabatan di Jajaran Pusdiklek Kodiklatal

Artikel

Personel Polsek Kahayan Kuala, menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas dan mendukung Program pemerintah terkait ketahanan pangan