Merdeka Setengah Tiang
Oleh Kang Aceng Tea
Penyair Jalanan
dari Tatar Sunda
Kau bilang merdeka
Aku bilang tidak,
Terlalu kelu lidahku
dan gagap mulutku
untuk berucap merdeka
Ketika pejabat merayakan kemerdekaan dengan anggaran negara sedangkan rakyat merayakan dengan iuran bersama
Ketika upacara kemerdekaan,
rakyat berdiri dibawah terik matahari sedang pejabat duduk di ruang teduh dan terhidang makanan
Lidahku kelu untuk
berucap merdeka
Ketika jutaan anak bangsa
pencari kerja antri panjang berbaris disetiap pintu perusahaan
Mulutku gagap untuk
bicara merdeka
Ketika rakyat merangkak
menjerit pasrah atas harga kebutuhan kian meroket
Aku hanya diam membisu
Ketika aparat penegak hukum terlibat narkoba
Aku hanya diam membisu
Ketika hukum dijadikan bisnis kasus peradilan
Aku hanya bisa mengelus dada
ketika aparat penegak hukum dijadikan tameng dan alat kekuasaan
sedang rakyat ragu kepada siapa mencari keadilan
Aku hanya melongo
ketika negara menggenjot pajak untuk menutupi hutang dan TNI Polri dijadikan debkolektornya, mengapa militerisasi di ruang sipil?
Entah sampai kapan
aku tak berani berucap
sebab kemerdekaan kita
berbeda paham…[]
*) Majalengka, 17 Agustus 2026










