Home / KESEHATAN / MASYARAKAT / PEMERINTAH

Rabu, 16 September 2026 - 04:46 WIB

Perlindungan Masyarakat, Pemkab Tegal Pengawasan Obat

Perlindungan Masyarakat, Pemkab Tegal Pengawasan Obat

Perlindungan Masyarakat, Pemkab Tegal Pengawasan Obat

TARGETNEWS.ID SLAWI — Pemerintah Kabupaten Tegal mendorong penguatan pengawasan obat dan makanan secara lebih proaktif untuk memastikan keamanan produk yang beredar sekaligus melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid saat menghadiri kegiatan Advokasi Terpadu Lintas Sektor Penguatan Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan di Ruang Rapat Bupati Tegal, Selasa (15/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan Loka POM, pemerintah daerah, kepolisian, serta sejumlah instansi terkait guna memperkuat koordinasi dalam pembinaan dan pengawasan obat maupun makanan di wilayah Kabupaten Tegal.

Ahmad Kholid mengatakan, pola peredaran dan penggunaan obat serta bahan pangan terus berkembang sehingga pengawasan tidak cukup dilakukan setelah muncul laporan atau persoalan di masyarakat.

“Jangan menunggu laporan masyarakat. Jangan menunggu ada sesuatu yang kemudian menimbulkan korban, baru dilakukan tindakan,” tegas Kholid.

Baca juga  Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1208/Sambas Hadirkan Sumur Bor, Warga Tempapan Hulu Sampaikan Terima Kasih

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain peredaran tramadol melalui media sosial dan mekanisme cash on delivery (COD), penggunaan antibiotik tanpa resep, pemakaian bahan berbahaya pada pangan seperti pewarna tekstil, serta peredaran obat tradisional atau jamu yang diduga mengandung bahan kimia obat.

Menurut Kholid, koordinasi lintas sektor diperlukan agar upaya pengawasan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan pemantauan hingga penanganan apabila ditemukan pelanggaran.

Selain aspek pengawasan, Pemkab Tegal juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha dapat menghasilkan produk yang aman tanpa kehilangan kualitas maupun karakteristik produknya.

Apabila ditemukan penggunaan bahan yang tidak aman, pemerintah akan mendorong pelaku usaha menggunakan alternatif bahan yang lebih aman. Langkah itu diharapkan tetap menjaga cita rasa produk sekaligus tidak menimbulkan tambahan biaya produksi yang signifikan.

Baca juga  APBD Sidoarjo 2026 Ketok Palu Rp 5,716 Triliun, Bupati Subandi Targetkan Pembangunan Lebih Maksimal

Sementara itu, Kepala Loka POM di Kabupaten Tegal Salman Fariesy mengapresiasi pelaksanaan advokasi terpadu tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai sektor penting untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan karena produk yang menjadi objek pengawasan memiliki karakteristik serta kewenangan penanganan yang beragam.

Melalui forum tersebut, Pemkab Tegal berharap koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga pengawasan obat dan makanan dapat berjalan lebih efektif. Upaya tersebut sekaligus diharapkan memberikan perlindungan kepada masyarakat serta meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya menjamin keamanan produk yang beredar.

(Fauzi/Hms)

Share :

Baca Juga

Artikel

Pria Seorang Tukang Bakso Di Lasem Di Bekuk Polres Rembang

Artikel

Dewan Pendidikan Dilantik, Siap Perkuat Sinergi dengan Pemkot

Artikel

AYO!!! GIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH KEPADA MASYARAKAT INDONESIA

Artikel

Ciptakan Kamseltibcarlantas, Sat Lantas Polres Pulang Pisau Dikmas Lantas Penling Penluh

Artikel

Banjir dan Longsor melanda Bali, Polri Kerahkan Personel Bantu Penanganan

Artikel

Pasar Murah Digelar Polsek Kahayan Hilir dan Bulog, Warga Terbantu Penuhi Kebutuhan Pokok

Artikel

Partisipasi 189 Taruna Akademi Militer dalam Republic Day of India 2025

Artikel

Satlantas Polres Pulang Pisau, Sosialisasi Penggunaan Helm dengan Benar