Home / BERITA UTAMA / DAERAH / EKONOMI

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:46 WIB

Gebyar Senam dan Tari Kolosal Meriahkan Harlah IGRA ke-24, 2.500 Peserta Padati Alun-Alun Tuban

Gebyar Senam dan Tari Kolosal Meriahkan Harlah IGRA ke-24, 2.500 Peserta Padati Alun-Alun Tuban

Gebyar Senam dan Tari Kolosal Meriahkan Harlah IGRA ke-24, 2.500 Peserta Padati Alun-Alun Tuban

Kab. Tuban (Humas) – Memasuki usia ke-24, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tuban menggelar Gebyar Senam dan Tari Kolosal di Alun-Alun Tuban, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti sekitar 2.500 peserta, terdiri atas guru Raudhatul Athfal (RA) dan perwakilan wali murid RA se-Kabupaten Tuban.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) IGRA Kabupaten Tuban dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) IGRA ke-24 yang diperingati setiap 29 Oktober. Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan kreativitas dan semangat berkarya di lingkungan pendidikan RA.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tuban, Mashudi, yang mewakili Bupati Tuban, jajaran Forkopimda, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang juga Camat Tuban beserta jajaran, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah beserta jajaran, pengawas RA dan madrasah, pranata humas, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi pendidikan, di antaranya Ketua HIMPAUDI, Ketua IGTKI, Ketua IGABA, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (PMNU), dan Ketua KKRA.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru RA yang selama ini telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia menyebutkan, pendidikan RA di Kabupaten Tuban turut berperan dalam membentuk fondasi pendidikan bagi sekitar 10 ribu anak.

Baca juga  Babinsa Koramil 06/Sruweng Beserta Bhabinkamtibmas Polsek Sruweng Dampingi Nakes Puskesmas Berikan Imunisasi PIN Polio Kepada Anak Anak Warga Binaannya

“Dua puluh empat tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat perjuangan, pengorbanan, kebersamaan, dan dedikasi para guru RA yang dengan penuh ketulusan telah memilih jalan mulia, yaitu mendidik generasi sejak usia dini,” ungkap Umi Kulsum.

Menurutnya, IGRA bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah perjuangan untuk menyatukan langkah, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kompetensi para pendidik. Guru RA tidak hanya bertugas mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, serta kecintaan kepada sesama sejak usia dini.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tuban, Mashudi, menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf dari Bupati Tuban yang berhalangan hadir. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada IGRA atas kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mashudi menilai Gebyar Senam dan Tari Kolosal memiliki makna penting sebagai upaya membangun pola hidup sehat sekaligus mengembangkan kreativitas seni. Kolaborasi antara guru dan wali murid juga mencerminkan kerukunan, kekompakan, dan kebersamaan dalam mendukung kemajuan lembaga RA.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat semangat kebersamaan antara guru dan wali murid. Semoga IGRA semakin maju dan terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selamat Hari Lahir IGRA ke-24,” ujarnya.

Baca juga  Ormas IPPAMA Menggelar Aksi Damai Soal Dugaan Korupsi Di Lingkungan Pemprov Jatim

Ketua PD. IGRA Kabupaten Tuban, Istianah, dalam laporan panitia menyampaikan, mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan sederhana. Dibutuhkan kesabaran ketika anak belum memahami, ketulusan dalam menjalankan pengabdian, serta kekuatan hati untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Ia menjelaskan, Gebyar Senam dan Tari Kolosal tidak hanya menjadi perayaan yang dipenuhi gerak, irama, dan keceriaan, tetapi juga menyimpan pesan tentang pentingnya keselarasan, kreativitas, dan persatuan dalam perjuangan mendidik generasi penerus.

“Dalam senam, kita belajar keselarasan gerak. Dalam tari, kita belajar keindahan ekspresi. Dan dalam IGRA, kita belajar menyatukan langkah dalam satu tujuan perjuangan,” tutur Istianah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menunjukkan bahwa guru-guru RA Kabupaten Tuban merupakan pendidik yang sehat, kreatif, bersemangat, berbudaya, serta siap terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Pada momentum Harlah ke-24 ini, Istianah juga mengajak seluruh keluarga besar IGRA Kabupaten Tuban untuk senantiasa menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas, serta menguatkan keikhlasan dalam pengabdian.

Melalui semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam Gebyar Senam dan Tari Kolosal, IGRA Kabupaten Tuban diharapkan semakin solid dan profesional serta terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan Raudhatul Athfal, demi melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami. (Lai)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Anggota Satpolairud Berikan Edukasi Larangan Karhutla

BERITA UTAMA

Kadiv Humas Polri Buka Pertandingan Menembak Pemimpin Redaksi

Artikel

Tingkatkan Kesadaran Tentang Stunting, Babinsa Pojok Aktif Dampingi Posyandu LP (Layanan Primer)

BERITA UTAMA

BRIPKA Slamet Rianto Ajak Warga Desa Dandang Bersama Cegah Karhutla

BERITA UTAMA

Polda Kaltim Lamban? Kasus Dua Tersangka Tambang Ilegal AP dan ES Masih Macet

Artikel

AGENDA PERTEMUAN YANG DI LAKSANAKAN DI AULA BALAI DESA KALIANGET TIMUR,PENUH SOROTAN DARI KETUA RT YANG HADIR.

Artikel

Polres Mojokerto Berhasil Amankan Dua Wanita Diduga Bawa Lari Uang Nasabah 3,7 M

Artikel

Personel Polsek Banama Tingang Himbau Masyarakat Agar Stop Lakukan Penambangan Liar Yang Dapat Merusak Lingkungan