TARGETNEWS.ID PROBOLINGGO – Semangat santri dan kehangatan kebersamaan berpadu dalam Kirab Hari Santri 2026 yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kedung Asem, Probolinggo, Sabtu (24/10/2026). Ratusan santri mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias, membawa semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap tradisi pesantren.
Suasana semakin semarak ketika Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, hadir dan mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya kirab. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu tak hanya melepas peserta, tetapi juga menghadirkan suasana akrab melalui pantun jenaka yang disambut hangat.
“Saya boleh kasih pantun sedikit saja?” ujar Ning Lia sebelum melontarkan pantunnya.
“Ikan tempe, ikan tahu,
Santri-santri sayang,
Lope-lope aku padamu.”
Pantun sederhana itu mencairkan suasana. Di tengah semangat peringatan Hari Santri, canda ringan tersebut menghadirkan kedekatan antara Ning Lia dan para peserta, sekaligus menambah warna dalam perayaan yang sarat nilai kebersamaan.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ning Lia kemudian mengibarkan bendera start. Seruan penuh semangat, “Ayo, let’s go! One, two, go!” mengiringi langkah para peserta yang mulai bergerak mengikuti rute kirab.
Gema yel-yel “Hari Santri! Hari Santri! Hari Santri!” turut membakar antusiasme peserta. Semangat itu menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan ruang untuk merawat persaudaraan sekaligus meneguhkan identitas santri di tengah kehidupan masyarakat.
Di sela suasana penuh kegembiraan, Ning Lia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran selama mengikuti kegiatan.
Kirab yang diinisiasi PRNU Kedung Asem tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan semangat generasi muda dengan nilai-nilai yang diwariskan para ulama. Tradisi pesantren, kecintaan terhadap agama, serta semangat kebangsaan berpadu dalam langkah ratusan santri yang mengikuti kegiatan itu.
Melalui peringatan Hari Santri 2026, semangat persatuan, persaudaraan, dan pengabdian diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda. Sebab, santri bukan hanya bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga memiliki peran penting dalam merawat nilai keislaman, menjaga kerukunan, dan membangun masa depan Indonesia.
(Anil)










