TPID Intervensi Komoditi Sumber Inflasi

TPID Intervensi Komoditi Sumber Inflasi

TPID Intervensi Komoditi Sumber Inflasi

 

TEGAL – Melihat kecenderungan barang- barang yang mempengaruhi terhadap tingginya inflasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal akan mengintervensi beberapa komoditas sumber inflasi.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal, ada 20 item utama penyebab inflasi di Kota Tegal.

“Sudah diinventarisir ada 20 yang disampaikan, plus tambahan di luar itu ada bawang, sayuran, cabe pada kondisi-kondisi tententu. Beberapa langkah yang memungkinkan yang dapat diintervensi kalau yang 20 itu ada beras dan minyak.Di luar itu bawang kita dengan cara yang lain Saya kira idenya bagus misalnya kita akan mengurangi tingkat pengeluran di rumah tangga dengan menanam cabai, memanfaatkan pekarangan rumah baik cabai, sayuran nanti akan dibantu dari dinas,” ujar Dadang Somantri, Penjabat (Pj.) Wali Kota Tegal saat memimpin rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Kota Tegal, yang berlangsung Ruang Rapat Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Senin (13/5) siang.

Baca juga  Lagi, Polsek Rakumpit Sebarkan Nomor Pengaduan

Hadir Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Mawardi, Danlanal Tegal, Letkol Laut (P) Adi Surono, Perwakilan Forkopimda, OPD Terkait, Bulog, BPS.

Terkait dengan harga-harga jika terjadi loncatan yang tinggi, Pj. Wali Kota menyampaikan biasanya pemerintah akan melakukan subsidi.

“Misal dari harga patokan pemerintah, Harga Eceran Tertinggi (HET) nya terlampau biasanya kita melakukan subsidi. Subsidinya dalam bentuk transport supaya barang dari satu titik ke titik yang lain tidak dibebani biaya trasportasi barangnya sudah sampai. BI juga akan mensupport,” tambah Dadang.

Terkait target inflasi Kota Tegal, menurut Pj Wali Kota Tegal diharapkan akan diangka 2,5 % +- 1. Terpenting dikatakan Dadang, inflasi terpantau stabil.

“Kita ada di range yang aman sekarang 3,33 persen, tetapi kita ingin turun sedikit sehingga akan stabil. Yang penting angka inflasi itu yang stabil, dan stabil yang bisa mendorong roda perekonomian bisa berjalan biasanya diantara 2,5 hingga 3 persen,” tambah Dadang.

Baca juga  Kanit Binmas Polsek Maliku melaksanakan himbauan Karhutla

Pj. Wali Kota menyampaikan bahwa penyumbang inflasi terbesar di bulan April 2024 adalah bawang merah. Untuk itu, Dadang berharap ada kerja sama antara daeray penghasil bawang dengan Pemkot Tegal.

“Saya harap ada kerja sama dengan Pemerintah Brebes, BI juga binaan juga dari petani dan memaksimalkan koperasi,” pungkas Dadang.

Marwadi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal menyampaikan bahwa komoditas penyumbang inflasi tertinggi bulan April yakni bawang merah.

“Inflasi Kota Tegal month to month (mtm) pada April 2024 tercatat 0,23% dan sebesar 3,33 % year on year (yoy). Komoditas utama penyumbang Inflasi diantaranya bawang merah, emas perhiasan, angkutan antar kota, daging ayam ras dan jeruk,” papar Mawardi.fauzi

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cegah Laka Lantas, Satlantas Polres Pulang Pisau Gelar Patroli Daerah Rawan Kecelakaan

Artikel

Pendapatan Daerah RAPBD TA 2025 Kota Tegal, Ditargetkan sebesar Rp1.199.293.309.157

BERITA UTAMA

Penanaman Mangrove di Batang, Upaya Tangkal Abrasi dan Lestarikan Ekosistem Pesisir

Uncategorized

Polsek Pandih Batu Sosialisasikan Alur Pelayanan SKCK Dengan Cara Sambangi Warga.

Artikel

Bhabinkamtibmas Desa sebangau Permai cek dan pantau debit air wilayah Kecamatan Sebangau kuala.

Artikel

PRAJURIT YONIF 644/WALET SAKTI DAN PASKAS KAPUAS HULU MELAKSANAKAN PENYALURAN PROGRAM GERAKAN INFAQ BERAS

Artikel

Sampaikan Imbauan Kamtibmas Kepada Masyarakat oleh Personel Polsek Maliku

Artikel

Babinsa Kelua Dampingi Kades Pudak Setegal Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir