Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag

Senin, 2 Februari 2026 - 20:31 WIB

Manifesto Politik: Menolak Board of Peace sebagai Legitimasi Penjajahan

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Board of Peace (BoP), yang digagas dalam kerangka Abraham Accords oleh Donald Trump, bukanlah forum perdamaian. Ia adalah proyek kolonialisme modern yang berbahaya, sebuah instrumen untuk menormalisasi penjajahan Israel atas Palestina. Klaim “perdamaian” hanyalah propaganda yang menutupi kenyataan pahit: rakyat Palestina terus dirampas haknya, sementara Israel memperoleh legitimasi internasional.

Indonesia, dengan keterlibatannya, telah mengkhianati konstitusi yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Lebih dari itu, Indonesia berusaha menghapus sejarah solidaritas Palestina, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia ketika dunia masih ragu. Pengkhianatan ini adalah noda moral dan politik yang tidak bisa ditoleransi.

Baca juga  Tanamkan Karakter Sejak Dini, Anggota Koramil Kesamben Laksanakan Program Babinsa Masuk Sekolah

Jonathan Tonge dalam Comparative Peace Processes menulis: “Peace processes that ignore the fundamental grievances of the oppressed are doomed to fail; they become mechanisms of control rather than liberation” (Tonge, 2014: 88). Kutipan ini menegaskan bahwa BoP bukanlah jalan menuju pembebasan, melainkan mekanisme kontrol yang memperpanjang penderitaan.
Oren Barak dalam kajiannya tentang kegagalan Oslo menegaskan: “The Oslo process institutionalized Palestinian weakness and failed to address the asymmetry of power, thereby ensuring its collapse” (Barak, 2005: 721). BoP adalah kelanjutan dari kegagalan itu, sebuah forum yang hanya memperkuat kelemahan Palestina dan mengabadikan dominasi Israel.

Majelis Mujahidin Indonesia dengan lantang
menolak BoP, menyebutnya sebagai alat penjajahan yang berbahaya. Sikap ini adalah suara perlawanan yang harus diperkuat, karena BoP bukan sekadar diplomasi, melainkan proyek kolonialisme yang mengancam integritas bangsa Indonesia sendiri.

Baca juga  Bidhumas Polda Jatim Gelar Sarasehan Bersama Awak Media Perkuat Kemitraan Wujudkan Pilkada Damai

Kami menegaskan: BoP adalah pengkhianatan terhadap sejarah, konstitusi, dan solidaritas kemanusiaan. Indonesia harus segera menarik diri dari segala bentuk keterlibatan dalam forum ini.

Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan gerakan perlawanan untuk menolak BoP dengan tegas. Tidak ada perdamaian tanpa keadilan. Tidak ada legitimasi bagi penjajahan.

Board of Peace adalah perdamaian semu. Ia harus ditolak, dilawan, dan dibongkar sebagai proyek kolonialisme yang berbahaya. Indonesia harus kembali ke jalannya: berdiri bersama Palestina, menegakkan amanat konstitusi, dan menolak segala bentuk penjajahan.[]

Share :

Baca Juga

Artikel

Wujudkan Pelayanan Tanpa KKN, Polres Pulang Pisau Resmi Teken Pakta Integritas WBBM

BERITA UTAMA

KOMANDAN PASMAR 3 PIMPIN APEL ORGANIK BATALYON INTAI AMFIBI 3 MARINIR

Artikel

JPKP News Resmi Diluncurkan, Siap Kawal Kebijakan Pemerintah dan Ungkap Penyimpangan

BERITA UTAMA

Kegiatan Patroli dan Monitoring Daerah Rawan Karhutla di Wilkum Polsek Pandih Batu

BERITA UTAMA

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Serda Dedy Awang Dampingi Penanaman Padi Milik Bapak Sumino

BERITA UTAMA

Polsek Maliku Standbykan Sarpras Karhutla di Posko 4 Terpadu

Artikel

Puncak Arus Mudik Nataru Terjadi 24 Desember, Fatalitas Kecelakaan Turun 23,23 Persen

Artikel

Pembagian Brosur Kamseltibcarlantas kepada Pengguna Jalan