Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / Tag

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:14 WIB

Kelompok 3 MPR RI Gelar FGD Desentralisasi di Surabaya, Senator Jatim Lia Istifhama Dorong Kebijakan Otonomi Daerah Adaptif

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Kelompok 3 Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menggelar focus group discussion (FGD) di Surabaya, Selasa (10/2/2026), membahas desentralisasi dan penguatan otonomi daerah guna mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

FGD dihadiri anggota Kelompok 3 Badan Pengkajian MPR RI, yakni Maman Imanul Haq, Kamrussamad, I Wayan Sudirta, Lia Istifhama, dan Sigit Purnomo. Hadir pula narasumber dan pakar, di antaranya Bagong Suyanto, Nunuk Nuswardani, serta Indah Dwi Qurbani.

Diskusi menyoroti pentingnya penguatan kerangka hukum desentralisasi agar implementasi otonomi daerah mampu menjawab persoalan ketimpangan dan kemiskinan di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan desentralisasi harus diarahkan untuk memperkuat kemandirian lokal. Menurutnya, negara perlu mendorong setiap daerah mengembangkan potensi dan keberdayaan masing-masing.

Baca juga  Permudah Akses Layanan Polisi, Polsek Pandih Batu Sosialisasikan Call Center 110

“Desentralisasi harus mampu menjawab persoalan kemiskinan, termasuk kemiskinan kualitas. Regulasi tidak bisa disamaratakan karena kesiapan mentalitas dan kondisi tiap daerah berbeda,” ujar Ning Lia yang juga senator Jatim tersebut.

Ning Lia menilai implementasi sejumlah regulasi otonomi daerah masih menimbulkan dampak yang tidak merata. Ada daerah yang mengalami peningkatan signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD), namun ada pula wilayah yang belum merasakan manfaat optimal.

Karena itu, ia mendorong kebijakan yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah, termasuk memperhatikan peran hukum adat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal. Menurutnya, pengelolaan otonomi daerah yang berpihak pada potensi lokal akan memperkuat kemandirian sekaligus mendorong pembangunan yang lebih berkeadilan.

“Tema hukum adat dan otonomi daerah penting untuk terus dikaji bersama demi kepentingan pembangunan nasional,” kata Ning Lia.

Baca juga  Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Komsos Dengan Pekerja Sampaikan Utamakan Keselamatan Kerja

Sementara itu, Prof. Nunuk Nuswardani menekankan pentingnya menekan kesenjangan sosial yang tercermin dalam indeks ketimpangan. Ia menilai program pembangunan harus berbasis evaluasi lapangan agar tepat sasaran.

“Bantuan harus disesuaikan dengan potensi dan kebiasaan masyarakat setempat agar benar-benar meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.
Senada, Prof. Bagong Suyanto menyatakan penguatan desentralisasi perlu diselaraskan dengan dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di daerah.

Ketua diskusi, Maman Imanul Haq, berharap hasil FGD menjadi bahan masukan bagi Badan Pengkajian MPR RI dalam merumuskan rekomendasi kebijakan terkait desentralisasi dan otonomi daerah.

“Sehingga dapat mendorong pembangunan yang lebih adil dan merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

ANI

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Ngeri Ada Apa ??? Penyidik KPK Dikabarkan Lakukan Pemeriksaan di Polda Jambi

Artikel

Kasus Dugaan Korupsi Kominfo, Penghentian Penyelidikan Masuk Capaian Kinerja Kejari Surabaya 2025

BERITA UTAMA

Dua Pengedar Sabu-sabu Warga Wonokusumo Terungkap, Satu Masuk DPO Merupakan Ayah TSK

Artikel

Lapas Lumajang Tanam 60 Bibit Kelapa, untuk Dukung Program Ketahanan Pangan

BERITA UTAMA

Perkuat Sinergi dan Ketahanan Pangan, Personel Kodim 1009/Tanah Laut Hadiri Tanam Padi Perdana di Lahan Cetak Sawah Rakyat Desa Pagatan Besar

BERITA UTAMA

Kodim 1002/HST Gelar Lomba Volly Ball Sambut HUT KE-65 Kodam VI Mulawarman

BERITA UTAMA

Cegah Premanise Polsek Maliku laksanakan KRYD

BERITA UTAMA

Sat Lantas Polres Pulang Pisau Berikan Himbauan Kamseltibcarlantas kepada Pengendara