Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:48 WIB

Talaga Manggung: Nyanyian Abadi dari Tanah Leluhur

Oleh Kang Aceng Tea

Ketika fajar pertama menyentuh punggung gunung di tanah Majalengka, ketika embun masih menggantung di ujung rerumputan dan burung-burung menyanyikan pujian kepada Sang Pencipta, di sanalah Talaga Manggung pernah berdiri dengan kemuliaannya. Ia bukan sekadar kerajaan yang tercatat dalam lembaran sejarah, melainkan sebuah jiwa besar yang pernah menghidupkan peradaban di jantung Tatar Sunda.

Di tanah yang dipeluk kabut dan diberkahi kesuburan itu, para leluhur menegakkan kehormatan di atas kebijaksanaan, memimpin dengan kearifan, dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Singgasana mereka tidak hanya dibangun dari kayu dan batu, tetapi juga dari nilai, adat, dan amanah yang diwariskan lintas generasi.

Waktu terus berjalan. Musim berganti. Kerajaan-kerajaan datang dan pergi. Namun Talaga Manggung tidak pernah benar-benar hilang. Ia menjelma menjadi doa yang dibisikkan para tetua, menjadi pusaka yang disucikan, menjadi adat yang dipelihara, dan menjadi ingatan kolektif yang terus berdenyut dalam dada anak cucunya.

Baca juga  Panglima TNI: Latihan Gabungan TNI Memiliki Dimensi Taktis, Strategis dan Politis

Kadang-kadang, ketika senja turun perlahan di langit Majalengka dan cahaya keemasan menyelimuti bumi Pasundan, seolah terdengar kembali gema langkah para leluhur. Mereka tidak berbicara dengan kata-kata, melainkan dengan kebijaksanaan yang ditinggalkan. Mereka tidak meminta untuk dipuja, melainkan untuk dikenang dan dimaknai.

Talaga Manggung mengajarkan kepada kita bahwa kejayaan sejati bukanlah tentang luasnya wilayah kekuasaan atau tingginya singgasana, tetapi tentang kemampuan sebuah peradaban untuk meninggalkan nilai-nilai yang tetap hidup bahkan setelah berabad-abad berlalu. Sebab bangunan dapat runtuh, kekuasaan dapat sirna, dan zaman dapat berubah, tetapi kehormatan, kebijaksanaan, dan jati diri akan tetap abadi selama masih ada generasi yang menjaganya.

Baca juga  Sambang ke Masyarakat, Personel Polsek Maliku Lakukan Sosialisasi dan Imbauan

Wahai Talaga Manggung, engkau adalah nyanyian abadi dari tanah leluhur. Engkau adalah cahaya yang tidak padam oleh waktu, akar yang tidak tercerabut oleh perubahan, dan warisan yang tidak akan pernah habis diceritakan. Dalam pusaka yang dimandikan, dalam doa yang dipanjatkan, dan dalam hati setiap anak Majalengka yang mencintai sejarahnya, engkau akan selalu hidup.

Dan selama angin masih berhembus di tanah Pasundan, selama matahari masih terbit di ufuk timur, nama Talaga Manggung akan terus dikenang—bukan sebagai masa lalu yang telah mati, melainkan sebagai kehormatan yang hidup selamanya.[]

*) Penulis,
Penyair Jalanan
dari Tatar Sunda

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 19/ Kuwarasan Hadiri Musyawarah Antar Desa

BERITA UTAMA

Personil Polsek Maliku Lakukan Patroli Guna Cegah Kriminalitas

BERITA UTAMA

TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN DAN ANTISIPASI KERUSUHAN MASA DI JAYAPURA, PERSONEL YONMARHANLAN X LAKSANAKAN LATIHAN PHH

BERITA UTAMA

Kasus Penganiayaan Wartawan Selesai Dengan 150Juta Deal Tunai

Artikel

Babinsa Koramil 1612-04/Borong Dampingi PLT Bupati Manggarai Timur Kunjungan kerja dan Luncurkan Pasar Murah dan Bantuan Beras

BERITA UTAMA

Arif Bos Obat Keras Ngaku Bisa Atur Polisi, IPM : Kapolda Copot Kasnarkoba Polres Metro Bekasi Cikarang

BERITA UTAMA

Jelang Hari Bhayangkara Ke-77, Polres Puncak Jaya Bersama Bhayangkari Gelar Anjangsana dan Baksos Kepada Purnawirawan, Warakauri dan Tokoh Agama

Artikel

Satlantas Gelar Patroli Daerah Rawan Laka Lantas