TARGETNEWS.ID TEGAL, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, SE., M.M. mendorong Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) untuk semakin aktif mengambil peran dalam mendukung sistem komunikasi darurat, khususnya saat terjadi bencana.
Hal tersebut disampaikan Dedy Yon ketika membuka Musyawarah Lokal (Muslok) XI Orari Lokal Kota Tegal Tahun 2026 yang digelar di Kedai Bin’s II, Jalan Cik Ditiro, Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Minggu (13/9/2026) pagi.
Menurut Dedy Yon, keberadaan radio amatir memiliki posisi penting dalam kondisi darurat karena dapat menjadi salah satu sarana komunikasi yang cepat dan andal ketika jaringan komunikasi lainnya mengalami gangguan.
Karena itu, ia berharap Orari terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas anggotanya sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap rekan-rekan turut serta ambil bagian,” ujar Dedy Yon.
Ia menilai Muslok XI Orari juga menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja, serta memperkuat komitmen agar keberadaan Orari semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dedy Yon berharap hasil musyawarah mampu memperkuat solidaritas antaranggota, meningkatkan profesionalisme organisasi, sekaligus memperluas jejaring kerja Orari di Kota Tegal.
“Melalui musyawarah ini, diharapkan lahir keputusan-keputusan yang mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, dan memperluas jaringan kerja Orari, khususnya di Kota Tegal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Orari Lokal Kota Tegal, Supardi, SH., menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelaksanaan Muslok XI. Agenda tersebut sedianya dilaksanakan pada 11 September 2025, namun harus mengalami penundaan hingga tahun 2026.
Menurut Supardi, salah satu faktor penundaan berkaitan dengan kesibukan pengurus dalam menjalankan berbagai tugas dan kegiatan. Dirinya, misalnya, juga menjabat sebagai Ketua KONI Kota Tegal yang tengah disibukkan dengan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.
Meski Muslok mengalami penundaan, Supardi menegaskan kegiatan dan kewajiban organisasi tetap berjalan.
“Kewajiban-kewajiban organisasi tetap berjalan, seperti pelaksanaan dukungan komunikasi saat Lebaran, Natal dan Tahun Baru, serta dukungan komunikasi yang diminta oleh kelompok masyarakat tertentu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepengurusan Orari Lokal Kota Tegal ke depan akan menghadapi sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah pelaksanaan Ujian Negara Amatir Radio (Unar) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026 dengan Kota Tegal sebagai tuan rumah.
Pada bulan yang sama, Orari juga akan menghadapi agenda Jambore On the Air. Sementara pada Desember 2026, Orari Lokal Kota Tegal dijadwalkan mengisi materi dalam pelatihan Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) bagi anggota Pramuka Kota Tegal.
“Dengan rencana-rencana tersebut mau tidak mau kami harus segera menyelenggarakan Muslok ini karena legalitas dari kepengurusan ini yang nanti akan kami upayakan,” tegas Supardi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Orari Daerah Jawa Tengah, Ir. Drs. JB. Praharto, M.Eng., berpesan agar kepengurusan Orari Lokal Kota Tegal ke depan mulai memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda.
Ia mendorong keterlibatan kalangan muda, termasuk anggota Pramuka maupun mahasiswa, sehingga regenerasi organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Selamat bermuslok, semoga pengurus besok semakin mantap, semakin dekat dengan pemerintah kota, dekat dengan masyarakat dan generasi muda,” pungkasnya.
(Fauzi/Targetnews.id)










