Home / POLITIK

Selasa, 15 September 2026 - 14:53 WIB

Bahas RUU Pertanahan, Senator Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun, Dapat Pujian Layaknya Penyair

Bahas RUU Pertanahan, Senator Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun, Dapat Pujian Layaknya Penyair

Bahas RUU Pertanahan, Senator Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun, Dapat Pujian Layaknya Penyair

SURABAYA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan oleh Komite I DPD RI di Jawa Timur berlangsung serius, namun tetap hangat. Di tengah agenda penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang membahas berbagai dinamika pertanahan, Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut mencairkan suasana melalui pantun.

Kunjungan kerja Komite I DPD RI tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (14/9). Dalam sambutannya, Lia yang akrab disapa Ning Lia menyelipkan sejumlah pantun untuk menyambut jajaran senator Komite I DPD RI serta para tamu undangan yang hadir.

Pantun pertama disampaikan Lia sebagai pembuka sambutan sekaligus menciptakan suasana keakraban dalam forum tersebut.

“Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
Boleh kita berjumpa lagi.”

Suasana semakin hangat ketika Lia menyampaikan pantun khusus untuk Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang menerima langsung rombongan Komite I DPD RI.

“Pak Sekda Adhy yang terpandang nan baik hati,
Terima kasih atas jamuan, Masyaallah, kenyang sekali.”

Pantun tersebut menjadi selingan yang menyegarkan di tengah forum yang membahas isu pertanahan. Lia kemudian melanjutkan dengan pantun yang membawa pesan tentang persahabatan dan kebersamaan antarsenator serta seluruh pihak yang hadir.

“Jauh di mata, dekat di hati,
Kalau sudah dekat jangan disakiti.
Sahabat senator dan hadirin yang kami cintai,
Semoga sukses selalu menyertai.”

Bagi Lia, pantun tidak sekadar menjadi pemanis dalam sambutan. Gaya komunikasi tersebut menjadi salah satu cara untuk membangun suasana yang lebih akrab dan mencairkan hubungan dalam forum antarlembaga.

Baca juga  Personel Polsek Banama Tingang Himbau Masyarakat Agar Stop Lakukan Penambangan Liar Yang Dapat Merusak Lingkungan

Pada penghujung sambutannya, Lia kembali menyampaikan pantun yang sekaligus menjadi ajakan agar para senator dan tamu undangan kembali berkunjung ke Jawa Timur.

“Cinta diukur karena perbuatan,
Karena memendam hanya terasa berat.
Jika terasa Jawa Timur menyenangkan,
Segeralah kembali sebelum terlambat.”

Sederet pantun tersebut mendapat respons hangat dari peserta rapat. Wakil Ketua Komite I DPD RI Hj. Ade Yuliasih, SH., M.Kn., bahkan memberikan apresiasi atas gaya komunikasi Lia yang dinilai mampu memberikan warna tersendiri dalam forum tersebut.

“Di setiap acara, Ibu Lia ini selalu menyelipkan pantun. Selain senator, ternyata Bu Lia juga penyair,” kata Ade.

Lia memang dikenal memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan dan sastra. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menggunakan pantun sebagai bagian dari komunikasi publik, termasuk dalam forum resmi.

Meski suasana sempat diwarnai canda dan keakraban, agenda utama kunjungan kerja tetap berfokus pada pembahasan RUU Pertanahan. Komite I DPD RI menghimpun berbagai masukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait sebagai bahan penyempurnaan DIM RUU Pertanahan.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komite I DPD RI Hj. Ade Yuliasih, SH., M.Kn., bersama Senator tuan rumah Lia Istifhama. Sejumlah anggota Komite I turut hadir, antara lain Hj. Leni Haryati John Latief, SE., M.Si., Aanya Rina Casmayanti, SE., Dr. H. MZ Amirul Tamim, M.Si., Ian Ali Baal Masdar, SH., Lamek Dowansiba, A.Md. Par., Sopater Sam, ST., Pdt. Penrad Siagian, S.Th., M.Si., Teol., dr. Hj. Ratu Teni Levira, MM., Drs. Ismeth Abdullah, Prof. Dr. Dailami Firdaus, SH., LL.M., Denti Eka Widi Pratiwi, SE., MH., Dr. Arya Wedhakarna, SE., M.Tru., M.Si., H. Muh. Riki Farabi, Maria Goreti, S.Sos., M.Si., Dr. Agustin Teras Narang, SH., Muhammad Hidayattollah, S.Pd., H. Hasan Basri, SE., MH., Bisri As Shiddiq Latuconsina, S.Sos., serta Sultan Hidayatullah, Sjah II, S.IP., M.A.P.

Baca juga  Batituud Koramil 04/Kra Wakili Danramil Hadiri Penyerahan Meterial Bedah Rumah

Selain jajaran DPD RI, forum tersebut juga melibatkan unsur Forkopimda, Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Jawa Timur beserta jajaran, serta perangkat daerah terkait.

Berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menjadi bahan bagi Komite I DPD RI dalam menyempurnakan DIM RUU Pertanahan. Dengan demikian, regulasi yang tengah disusun diharapkan dapat semakin mampu menjawab kebutuhan daerah sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat.

Di tengah pembahasan regulasi yang memiliki cakupan luas tersebut, pantun Lia menjadi warna tersendiri. Gaya komunikasinya yang ringan dan puitis berhasil menciptakan suasana yang lebih akrab, tanpa mengurangi keseriusan agenda utama Komite I DPD RI dalam membahas RUU Pertanahan.

(Anil)

Share :

Baca Juga

ETIKA PUBLIK

Aceng Syamsul Hadie (ASH): Ngeri! Buku Islam Ala Prabowo Dipersoalkan, Nama Ulama Diduga Dicatut—Siapa Bertanggung Jawab?

POLITIK

Ning Lia Ajak Pemuda Berani Bersuara dan Kawal Regulasi

HUKUM

Ketum PJI Desak UU Perampasan Aset Fokus Sikat Koruptor, Masyarakat Jangan Jadi Korban

NASIONAL

Kunker Komite I DPD RI ke Jatim, Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Perkuat Perlindungan Masyarakat