Lebaksiu, TargetNews.ID -Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud menyatakan, aspirasi warga yang mendesak dan membutuhkan penanganan segera akan diupayakan masuk dalam anggaran daerah. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Bupati Tilik Desa di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Jumat (09/10/2026) malam.
Amir hadir mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang berhalangan karena ada agenda lain di tempat berbeda. Menurut Amir, setiap aspirasi akan dicatat dan dikaji bersama perangkat daerah terkait sesuai kewenangan, skala prioritas, dan kemampuan anggaran daerah. Ia menyampaikan pesan bupati agar semua pertanyaan dan masukan warga dicatat.
Sebisa mungkin dianggarkan apabila memang sangat mendesak dan membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Amir menjelaskan, Bupati Tilik Desa telah berlangsung sejak masa bupati sebelumnya dan terus dilanjutkan sebagai wujud kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Ischak Maulana Rochman, kegiatan ini dilengkapi dengan olahraga bersama untuk memperkuat interaksi pemerintah dan warga.
Selain untuk silaturahmi, masyarakat bisa bertemu langsung dengan para kepala perangkat daerah dan pimpinan BUMD. Mumpung semuanya berkumpul di sini, silakan menyampaikan aspirasi, unek-unek, maupun permasalahan yang dihadapi,” katanya.
Rangkaian kegiatan di Kesuben dimulai pada sore hari dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian berupa pompa air secara simbolis kepada sembilan kelompok tani di Kecamatan Lebaksiu, termasuk satu kelompok tani dari Desa Kesuben. Penyerahan itu berlangsung sebelum pertandingan persahabatan sepak bola atau fun match. Bantuan tersebut diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan, khususnya saat kekeringan, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Lebaksiu. Pada penghujung acara, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Dalam dialog pada malam harinya, aspirasi warga mencakup keselamatan lalu lintas, pengelolaan sampah, infrastruktur pertanian, keamanan lingkungan, hingga kebutuhan sarana olahraga. Salah satu persoalan yang mengemuka adalah keselamatan lalu lintas di jalan utama Kesuben dan sekitarnya. Padatnya arus kendaraan dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi warga yang hendak menyeberang untuk beribadah dan anak-anak yang berangkat ke sekolah. Warga berharap ada langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Amir menyatakan penanganan infrastruktur dan fasilitas jalan harus disesuaikan dengan kewenangan tiap tingkat pemerintahan. Jika menjadi kewenangan pemerintah pusat atau provinsi, Pemkab Tegal akan membantu mengomunikasikan dan mendorong percepatan penanganannya.
Warga juga menyoroti pengelolaan sampah yang terkendala keterbatasan sarana pengangkutan di tingkat desa. Akibatnya, sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Di sektor pertanian, warga meminta perbaikan irigasi, akses jalan usaha tani, serta dukungan sarana pertanian untuk menunjang produktivitas dan kelancaran distribusi hasil panen. Amir meminta perangkat daerah terkait mencatat kebutuhan akses jalan usaha tani itu untuk dikaji lebih lanjut. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah kabupaten dan pemerintah desa, termasuk dalam pemanfaatan sumber pendanaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan keamanan lingkungan, seperti pencurian kendaraan bermotor dan kenakalan remaja, turut menjadi perhatian. Pemerintah mengajak warga memperkuat kepedulian dan pengawasan bersama serta bersinergi dengan aparat keamanan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Para pemuda juga mengusulkan penyediaan sarana olahraga yang memadai di lapangan desa. Fasilitas itu diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, berkegiatan positif, dan memperkuat kebersamaan.
Amir menegaskan, tindak lanjut akan di lakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk pengecekan lapangan untuk persoalan yang membutuhkan penanganan teknis. Aspirasi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran tahun berikutnya.
Selama aspirasi itu memungkinkan ditindaklanjuti berdasarkan kajian dan kewenangan yang ada, tentu akan kami upayakan,” jelasnya.(Fauzi/Targetnews.id)










