Mojokerto, TargetNews.ID – Di setiap zaman, selalu ada Perjuangan.Jika dahulu Raden Ajeng Kartini melawan keterbatasan untuk memperjuangkan Hak dan Martabat, maka hari ini, semangat itu hidup kembali—bukan di ruang sunyi, tetapi di ruang sidang, di meja hijau, di hadapan Hukum.
Pada tanggal 21 April, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, sebuah perjuangan baru dimulai.
Advokat Rikha Permatasari berdiri TEGAK, bukan hanya sebagai Kuasa Hukum, tetapi sebagai Representasi Keberanian—membela Wartawan Amir dalam sidang praperadilan.
Namun Perjuangan ini tidak Sesederhana membela satu klien. Ini adalah Perjuangan untuk Kehormatan dan marwah Profesi Jurnalis.
Bukan Sekadar Perkara, Ini Pertaruhan Martabat,Kasus ini telah melampaui batas individu.
Ini bukan lagi tentang siapa yang duduk sebagai tersangka, tetapi tentang :
apakah Profesi Jurnalis masih dilindungi, apakah suara Kebenaran masih memiliki ruang dan apakah hukum berdiri di atas keadilan, bukan Kepentingan. Ketika satu wartawan diuji, maka seluruh marwah jurnalisme ikut dipertaruhkan.
Meja Hijau : Arena Perjuangan Baru
Di meja hijau, tidak ada senjata selain Hukum.
Tidak ada kekuatan selain Argumentasi dan Keberanian.
Namun di sanalah : kebenaran diuji,
KEADILAN di Perjuangkan
dan Integritas diPertaruhkan, Advokat Rikha Permatasari mengambil posisi, tidak hanya untuk Membela, tetapi untuk Memastikan bahwa Proses Hukum tidak menyimpang dari REL nya.
Semangat Kartini yang Tak Pernah Padam. Semangat Raden Ajeng Kartini bukan sekadar Sejarah.Ia hidup dalam setiap Keberanian untuk melawan Ketidakadilan.
Hari ini, semangat itu menjelma : dalam suara pembelaan,dalam langkah hukum,dalam keberanian menghadapi tekanan.
Perjuangan tidak lagi melawan penjajahan fisik, tetapi melawan ketidakadilan dalam sistem.
Seruan Persatuan : Jangan Terpecah. Perjuangan ini membutuhkan lebih dari sekadar keberanian individu. Tapi Ini membutuhkan solidaritas.
Tidak ada kubu.Tidak ada perpecahan.Yang ada hanyalah satu tujuan : menegakkan kebenaran dan menjaga kehormatan profesi.
*Ini Awal, Bukan Akhir Sidang praperadilan ini bukan akhir dari Perjuangan.* Ini adalah titik awal.Awal dari pembuktian kebenaran,pengujian sistem hukum dan kebangkitan kesadaran publik.
“Seperti Kartini yang menyalakan cahaya di zamannya, hari ini perjuangan itu kembali dinyalakan di Ruang sidang, di hati para Pejuang Keadilan, dan di suara publik yang tidak lagi diam.”
Mari Berjuang Bersama
Untuk kebenaran. Untuk keadilan.Untuk marwah jurnalis.Karena ini bukan tentang satu orang. Ini tentang kita semua.{Red}










