Home / BERITA UTAMA

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:33 WIB

Ning Lia Dukung Penguatan Perhutanan Sosial, Wujudkan Hutan Lestari dan Ekonomi Masyarakat Tumbuh

MADIUN – Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menghadiri Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 yang digelar di Alun-Alun Reksogati, Kabupaten Madiun, Sabtu (13/6/2026). Kehadiran senator muda asal Jawa Timur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan perhutanan sosial sebagai instrumen pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani hutan, akademisi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Jambore secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan diikuti ratusan kelompok perhutanan sosial dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman, inovasi, dan penguatan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Dalam sambutannya, Khofifah berharap jambore ini mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Semoga ke depan kita semua semakin sehat, semakin berkah, semakin sukses, semakin damai, dan semakin menguatkan persaudaraan kita,” ujarnya.

Khofifah juga menegaskan bahwa Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia, mencapai hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi di tingkat nasional.

Baca juga  Cegah Karhutla Bhabinkamtibmas Sampaikan Himbauan Cegah Karhutla

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperluas akses penguatan bagi Kelompok Tani Hutan (KTH), khususnya dalam pengembangan usaha agroforestri dan komoditas unggulan seperti kopi.

“Kolaborasi antara petani hutan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar,” kata Khofifah.

Sebagai tuan rumah, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Madiun untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhutanan sosial merupakan program strategis yang mampu menyatukan kepentingan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sejalan dengan tema Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat sinergi, berbagi inovasi, dan membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menjelaskan bahwa rangkaian jambore diawali dengan sarasehan yang diikuti sekitar 200 kelompok perhutanan sosial. Berbagai agenda turut digelar, mulai dari podcast tata kelola perhutanan sosial, business matching, hingga pameran produk unggulan hasil hutan sosial dari berbagai daerah.

Baca juga  Geger Warga Penemuan, Bayi diladang Polisi Evakuasi ke RSU Terdekat

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan dukungan ekonomi produktif lebih dari Rp3 miliar pada tahun 2026 bagi kelompok-kelompok perhutanan sosial. Dukungan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Di sela kegiatan, Senator Ning Lia menyampaikan apresiasi kepada para pelaku perhutanan sosial yang terus berinovasi dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Menurutnya, perhutanan sosial merupakan instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Perhutanan sosial bukan hanya tentang menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitar hutan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkeadilan. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Ning Lia.

Ia juga mengapresiasi berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh kelompok perhutanan sosial dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Menurutnya, jambore ini menjadi wadah efektif untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kerja sama yang mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan secara berkelanjutan.

Kehadiran Ning Lia dalam Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan serta mendorong terwujudnya pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan generasi masa depan.

Share :

Baca Juga

Artikel

JPU Banding Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat Para Terdakwa Komoditas Timah

Artikel

AMI Laporkan Dua Oknum DPRD Surabaya ke Kejari Tanjung Perak, Diduga Oknum Fraksi PKS Embat Dana Reses

BERITA UTAMA

Polres Pulang Pisau Hadir di Tengah Warga Lewat Program ‘Polantas Menyapa’”

Artikel

Unit Kamsel Sampaikan Himbauan Kamseltibcarlantas kepada Masyarakat Pengguna Jalan

BERITA UTAMA

Polresta Banyuwangi Terjun Lapangan, Sigap Tangani Keluhan Masyarakat Saat Jumat Curhat

Artikel

Minimalisir Potensi Lakalantas Polsek Kahayan Tengah Melaksanakan Pengaturan Arus Lalin

Artikel

Prajurit Wijayakusuma, Wujudkan Wijayakusuma Wilayah Bebas Korupsi

BERITA UTAMA

Satgas TMMD ke-126 Kodim 1208/Sambas Lakukan Pengecatan Poskamling di Desa Ratu Sepudak