Home / BERITA UTAMA / NEWS

Rabu, 2 September 2026 - 14:16 WIB

Ning Lia Terharu Saksikan Berkah Muktamar NU: Panji Tunanetra Raup Belasan Juta, Warung Warga Ikut Kebanjiran Pembeli

JOMBANG — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tidak hanya meninggalkan cerita tentang musyawarah besar warga Nahdliyin.

Di balik padatnya agenda muktamar dan ribuan peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah, muncul cerita tentang masyarakat kecil yang ikut merasakan denyut ekonomi dari perhelatan besar tersebut.

Warung-warung warga dipadati pembeli. Pedagang kaki lima mendapat tambahan pelanggan. Pelaku UMKM membuka lapak. Jasa transportasi, penginapan hingga jasa pijat turut menikmati meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Tambakberas.

Bahkan, ketika malam semakin larut, aktivitas ekonomi di sekitar lokasi muktamar belum sepenuhnya berhenti.

Lampu-lampu warung masih menyala. Peserta masih berlalu-lalang. Pedagang tetap melayani pembeli hingga malam menjelang dini hari.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, mengaku terharu melihat langsung bagaimana masyarakat sekitar mampu menangkap peluang dari momentum Muktamar NU.

“Yang membuat saya terharu, muktamar ini ternyata bukan hanya menjadi ruang silaturahmi dan musyawarah bagi warga Nahdliyin. Di luar arena, ada masyarakat yang ikut merasakan berkahnya. Ada yang berdagang, membuka jasa, bahkan teman-teman penyandang disabilitas juga mampu menangkap peluang ekonomi ini,” kata Ning Lia.

Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur tersebut menilai kehadiran ribuan orang dalam sebuah agenda besar secara otomatis menciptakan kebutuhan ekonomi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Ketika ribuan orang datang, tentu kebutuhan juga meningkat. Warung, UMKM, transportasi, penginapan sampai jasa pijat semuanya mendapat peluang. Masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut bergerak dalam roda ekonomi,” ujarnya.

Meski demikian, Ning Lia mengingatkan bahwa besarnya dampak ekonomi tersebut tidak boleh serta-merta diklaim dalam angka tanpa data transaksi yang valid.

Baca juga  Buka Acara Festival Danau Poso 2025, Wamendagri Bima Arya Puji Khazanah Daerah Setempat

Menurutnya, cerita dan pengalaman masyarakat selama berlangsungnya Muktamar NU sudah cukup menunjukkan adanya manfaat ekonomi yang nyata.

“Kalau bicara angka total perputaran ekonomi tentu harus berdasarkan data. Tetapi cerita-cerita dari warga ini menunjukkan bahwa ada manfaat ekonomi yang nyata dan dirasakan langsung,” tegasnya.

Panji dan Kisah Rezeki dari Tikar Sederhana

Salah satu cerita yang paling menarik perhatian Ning Lia datang dari Panji Perdana, seorang warga Kediri yang merupakan penyandang tunanetra.

Panji datang ke kawasan Tambakberas bukan sekadar untuk menyaksikan kemeriahan Muktamar NU. Bersama empat rekannya, ia membawa keterampilan yang dimilikinya untuk membuka jasa pijat bagi peserta dan pengunjung.

Tidak ada tempat usaha mewah.

Mereka hanya mengandalkan tikar sederhana yang digelar sebagai tempat memberikan pelayanan pijat.

Namun dari kesederhanaan itulah, peluang rezeki terbuka.

Selama Muktamar NU berlangsung, Panji bersama empat rekannya membuka layanan selama 24 jam untuk melayani peserta yang membutuhkan jasa pijat setelah menjalani berbagai aktivitas.

“Dalam sehari bisa melayani sekitar belasan orang,” ujar Panji.

Dari pekerjaan tersebut, Panji dan empat rekannya mengaku mampu memperoleh pendapatan hingga belasan juta rupiah selama pelaksanaan Muktamar NU.

Bagi Ning Lia, cerita tersebut jauh lebih besar daripada sekadar nominal penghasilan.

Ia melihat ada pesan tentang semangat kemandirian, kerja keras dan kemampuan penyandang disabilitas dalam memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

“Ini luar biasa. Saya melihat sendiri bahwa keterbatasan bukan berarti tidak bisa berkarya. Panji dan teman-temannya datang, bekerja, melayani orang dengan keterampilan yang mereka miliki, kemudian mendapatkan rezeki,” tutur Ning Lia.

Menurutnya, kisah Panji menjadi bukti bahwa ketika ruang ekonomi terbuka, siapa pun memiliki kesempatan untuk mengambil bagian.

Baca juga  Polres Bondowoso Ungkap Curanmor Tersangka Pelaku dan Penadah Diamankan

“Bagi saya, ini adalah contoh nyata bahwa berkah muktamar bisa dirasakan siapa saja yang mau bekerja dan mengambil peluang,” imbuhnya.

Warung Lele Naik Omzet Lebih dari 100 Persen

Berkah Muktamar NU juga dirasakan para pelaku usaha di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Salah satunya adalah Ahmad Syafi’i, pemilik Warung Lele Legend yang berada di Gang IV Pesantren Bahrul Ulum.

Sebelum Muktamar NU berlangsung, pendapatan warung tersebut berada di kisaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

Namun selama ribuan peserta dan pengunjung memadati kawasan Tambakberas, pendapatan warung mengalami peningkatan signifikan.

“Ini berkah Muktamar. Alhamdulillah, pendapatan warung naik lebih dari 100 persen,” ujar Syafi’i.

Geliat ekonomi juga tampak melalui penyediaan sekitar 1.300 tenant dalam kegiatan UMKM Expo dan Bazar Muktamar.

Ribuan peserta yang datang menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka.

Ning Lia menilai, momentum agenda besar seperti Muktamar NU seharusnya memang memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

“Yang penting bagaimana momentum seperti ini juga bisa menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut tumbuh dan mendapatkan manfaat. Jangan sampai masyarakat sekitar hanya melihat keramaian, tetapi tidak ikut merasakan keberkahannya,” katanya.

Menurut Ning Lia, semangat tersebut selaras dengan nilai ta’awun, kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama.

Ia pun berharap dampak positif yang muncul selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tidak berhenti ketika seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Semoga berkah Muktamar tidak berhenti ketika acara selesai. Harapannya, jejaring ekonomi yang terbentuk selama muktamar bisa terus berlanjut. Pelaku UMKM mendapatkan pelanggan baru, masyarakat mendapatkan pengalaman, dan warga sekitar memperoleh manfaat yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

TARGET: Dishub Surabaya Diduga Persulit Izin Jikur Untuk Warga dan Permainan ijin Jukir di Wilayah Kota Surabaya

Artikel

Personil Polsek Kahayan Kuala guna cegah terjadinya bahaya tindak kejahatan

BERITA UTAMA

Jelang Libur Nataru, Ditlantas Polda Jatim Gelar Operasi Lilin Semeru 2023

Artikel

Adanya Dugaan Penipuan dan Penggelapan Oleh Yang Di duga oknum Pegawai Bank Mandiri Rembang, Ketua LSM KPK RI Siap Ambil Langkah Hukum

Artikel

6 Penekanan Irwasum Polri ke 100 Perwira Remaja SIPSS Batalyon Ksatria Sadacara

Artikel

Kapolda Papua Kerahkan Satgas Operasi Damai Cartenz untuk Kejar Pelaku Kekerasan Bersenjata di Yalimo

Artikel

Satlantas Polres Pulang Pisau Gencarkan Penling Guna Kamseltibcarlantas

Artikel

Satpol PP dan BPKAD Tertibkan Bangunan di Lahan Pemkot Surabaya