Home / POLITIK

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Lia Istifhama di HUT ke-81 Jatim: Pemerataan Harus Dirasakan Semua Lapisan Masyarakat

Lia Istifhama di HUT ke-81 Jatim: Pemerataan Harus Dirasakan Semua Lapisan Masyarakat

Lia Istifhama di HUT ke-81 Jatim: Pemerataan Harus Dirasakan Semua Lapisan Masyarakat

SURABAYA – Delapan puluh satu tahun perjalanan Jawa Timur bukan sekadar hitungan usia sebuah provinsi. Di balik perjalanan panjang itu, tersimpan harapan agar pembangunan tak berhenti sebagai deretan angka statistik, melainkan tumbuh menjadi kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pelosok desa.

Pesan tersebut disampaikan Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menjelang momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Ia berharap peringatan ini menjadi pijakan untuk memperkuat pemerataan pembangunan, mengurangi kesenjangan sosial, serta mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara.

Menurut Lia, pembangunan yang baik ibarat pohon yang tumbuh dengan akar kuat dan cabang yang menaungi banyak kehidupan. Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi perhatian terhadap persoalan sosial, keagamaan, pertanian, dan kemiskinan juga harus berjalan beriringan.

Dalam pandangannya, kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menggerakkan roda pembangunan. Berbagai persoalan masyarakat, menurutnya, membutuhkan pendekatan yang terbuka agar kebijakan pemerintah tidak hanya menjangkau kelompok tertentu.

“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Bagaimana pasangan ini benar-benar bekerja kolaboratif secara inklusif, menyelesaikan berbagai permasalahan, dan banyak sisi yang disentuh,” ujar Lia.

Bagi Lia, pemerataan bukanlah garis finis yang cukup dituliskan dalam dokumen perencanaan. Pemerataan harus menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat, tanpa membedakan latar belakang maupun lingkungan tempat mereka tumbuh.

“Kita bicara pemerataan itu benar-benar merata, keadilan juga adil, jadi semua elemen disentuh. Kita bicara elemen keagamaan, elemen yang tidak berbasis keagamaan, tetapi berbasis umum, misalnya sosial, itu juga disentuh. Jadi semuanya disentuh,” katanya.

Pertanian, Akar Kuat bagi Ketahanan Pangan

Baca juga  Ning Lia Dorong Desa Bertumbuh, Lingkungan Tetap Terjaga

Di antara berbagai sektor pembangunan, pertanian menjadi salah satu fondasi yang menentukan kokoh tidaknya ketahanan pangan. Bagi Jawa Timur, hamparan sawah dan kerja keras petani bukan sekadar bagian dari lanskap pedesaan, melainkan penopang penting bagi kebutuhan pangan masyarakat luas.

Lia menyoroti dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan). Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung agenda kedaulatan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Termasuk kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, maka kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” ungkapnya.

Namun, menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan tidak cukup hanya dengan memperkuat sarana produksi. Produktivitas petani, ketersediaan infrastruktur pertanian, serta keberlanjutan usaha di sektor pangan juga perlu mendapat perhatian. Sebab, ketahanan pangan yang kokoh berawal dari petani yang mampu bekerja dengan baik dan memperoleh manfaat layak dari hasil jerih payahnya.

Desa Mandiri, Harapan yang Tumbuh dari Bawah

Selain pertanian, Lia menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan desa mandiri sebagai bagian penting dari wajah pembangunan Jawa Timur. Baginya, kemajuan daerah tidak hanya dapat dibaca dari ramainya pusat ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat di wilayah perdesaan untuk bangkit dan berdiri di atas kekuatannya sendiri.

Ia menilai tren penurunan kemiskinan ekstrem dan bertambahnya desa mandiri merupakan perkembangan positif yang perlu dijaga kesinambungannya. Meski demikian, capaian tersebut tetap membutuhkan kerja berkelanjutan agar perubahan yang terjadi tidak berhenti sebagai kabar baik di atas kertas.

“Kemiskinan ekstrem itu secara konsisten selalu menurun dan menurun, sebaliknya desa mandiri selalu bertambah. Jadi memang semuanya itu progresif banget,” kata Lia.

Baca juga  Ning Lia dan Zulhas Bicara Pangan, Koperasi Desa Didorong Makin Dekat dengan Warga

Pengentasan kemiskinan, dalam konteks ini, ibarat membuka jalan bagi masyarakat untuk keluar dari lingkaran keterbatasan. Akses terhadap layanan dasar, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kapasitas masyarakat menjadi bekal agar keluarga dapat memperbaiki taraf hidup dan desa mampu mengembangkan potensi lokalnya.

Desa yang mandiri juga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Ketika potensi lokal dikelola dengan baik, desa tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai penggerak ekonomi daerah.

Usia Bertambah, Tanggung Jawab Pembangunan Berlanjut

Memasuki usia ke-81, Jawa Timur memiliki modal untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor ekonomi nasional. Namun, besarnya potensi daerah akan semakin berarti apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesempatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan usaha masyarakat.

Lia berharap capaian yang telah dirintis dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Sinergi pemerintah dan masyarakat perlu terus dirawat, sementara partisipasi publik menjadi pengingat agar setiap kebijakan tetap berpijak pada kebutuhan warga.

Sebab, pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa jauh sebuah daerah melangkah, melainkan juga tentang siapa saja yang ikut maju bersama. Kemajuan yang bermakna adalah ketika manfaatnya tidak berhenti di pusat kota, tetapi turut mengetuk pintu-pintu rumah masyarakat yang selama ini menanti kesempatan lebih baik.

Melalui momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Lia berharap semangat pemerataan, kemandirian desa, dan penguatan sektor pertanian terus menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah. Dengan kerja bersama dan komitmen yang berkelanjutan, cita-cita menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara diharapkan tidak sekadar menjadi harapan, tetapi tumbuh menjadi kenyataan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

(Anil)

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Kunker Komite I DPD RI ke Jatim, Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Perkuat Perlindungan Masyarakat

POLITIK

Ning Lia: DPD RI Bukan Sekadar Penampung, Tapi Katalisator Daerah

ETIKA PUBLIK

Aceng Syamsul Hadie (ASH): Ngeri! Buku Islam Ala Prabowo Dipersoalkan, Nama Ulama Diduga Dicatut—Siapa Bertanggung Jawab?

EKONOMI

Pencopotan Purbaya Pergantian Pergeseran Kekuasaan Ekonomi

POLITIK

“Senator Cantik” dan “Humble”, Dua Sapaan yang Melekat pada Ning Lia

HUKUM

Ketum PJI Desak UU Perampasan Aset Fokus Sikat Koruptor, Masyarakat Jangan Jadi Korban

POLITIK

Lia Istifhama: Di Balik Data Desil, Ada Kehidupan Warga yang Perlu Dilihat Lebih Dekat

POLITIK

Bahas RUU Pertanahan, Senator Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun, Dapat Pujian Layaknya Penyair