Home / BERITA UTAMA / DAERAH / KRIMINAL / TNI-POLRI

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:34 WIB

Polisi Fasilitas Restorative Justice Kasus Pencurian Tabung LPG, Berakhir Damai Secara Kekeluargaan 

Tulungagung  — Polsek Tulungagung Kota berhasil memfasilitasi penyelesaian perkara dugaan tindak pidana pencurian dua tabung gas LPG ukuran 3 kilogram melalui mekanisme Restorative Justice (RJ), Senin (1/6/2026).

 

Proses mediasi yang dilaksanakan di Mapolsek Tulungagung Kota tersebut dipimpin Panit 1 Reskrim Iptu Prasetyo Adi bersama anggota, dengan menghadirkan kedua belah pihak, yakni pelapor MIA (33), wiraswasta, warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung dan terlapor NPJ (45), karyawan swasta, warga Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

 

Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto mengatakan, penyelesaian perkara secara Restorative Justice dilakukan setelah kedua belah pihak sepakat untuk penyelesaian permasalahan secara Kekeluargaan dan damai.

 

“Dalam proses mediasi, terlapor mengakui perbuatannya, meminta maaf kepada korban serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sementara korban menerima permintaan maaf tersebut dan sepakat menyelesaikan perkara melalui mekanisme Restorative Justice,” ujar Kompol Puji Hartanto, Selasa (02/6/2026).

Baca juga  Satgas TMMD Ke-129 Kebut Pengecoran Lantai MCK RTLH di Desa Tempapan Hulu

 

Kasus tersebut bermula saat pelapor mengetahui dua tabung gas LPG 3 kilogram miliknya hilang dari toko yang berada di wilayah Kelurahan Sembung, Tulungagung. Setelah dilakukan pengecekan rekaman CCTV, diketahui pelaku mengambil tabung gas tersebut Pada dua kesempatan berbeda.

 

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 400.000 dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tulungagung Kota untuk diproses lebih lanjut

 

Dalam kesempatan yang dituangkan dalam surat pernyataan bersama, terlapor bersedia memberikan ganti rugi kepada korban, meminta maaf secara langsung, serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Korban juga menyatakan mencabut laporan dan tidak akan menuntut secara pidana maupun perdata.

Baca juga  Sumantri Dituntut 15 Tahun Dan Nanik  12 Tahun Terbukti Memiliki 2000 Extasi, Mengajukan Pembelaan

 

Kapolsek menegaskan bahwa penerapan Restorative Justice merupakan salah satu bentuk penyelesaian perkara yang mengedepankan pemulihan hubungan sosial, rasa keadilan, dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.

 

“Melalui Restorative Justice, diharapkan permasalahan dapat diselesaikan secara damai tanpa menghilangkan rasa keadilan bagi para pihak. Namun apabila pelaku mengulangi perbuatannya di kemudian hari, maka proses hukum akan ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kompol Puji Hartanto.

 

Dengan adanya kesepakatan tersebut, perkara dugaan pencurian dua tabung gas LPG 3 kilogram resmi diselesaikan secara Kekeluargaan dan kedua belah pihak sepakat untuk menjaga hubungan baik ke depannya.

 

“Redaksi”

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kadiv Keimigrasian Wanti-wanti Warga Kangean Agar Tidak Terjebak Menjadi PMI Non Prosedural

BERITA UTAMA

Aksi Demo di Polda Jatim: Desak KPK Bongkar H. Mukmin & Bekingan APH

Artikel

PT. Garam Absen dari Audiensi, FMC Kecewa Berat

Artikel

Polsek Maliku Laksanakan KRYD di Wilayah Hukumnya

BERITA UTAMA

3 Pelaku Remaja Saat Melakukan Perang Sarung Diamankan Polisi

BERITA UTAMA

Tahap Awal Pengecoran Pondasi RTLH Rumah Pak Amat Dimulai, Oleh Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 1208/Sambas Wujudkan Hunian Layak

Artikel

Bupati Sidoarjo Subandi Sidak Jembatan Ambles di Desa Banjarsari, Siapkan Perbaikan Permanen

BERITA UTAMA

Langkah Awal TMMD 2026, Dandim 1008/Tabalong Cek Lokasi Sasaran di Desa Barimbun